Friday, May 17, 2019

Soal UAS Filsafat Ilmu Tahun Akakademik 2018/2019




Soal UAS filsafat ilmu TA 2018/2019


Tulislah identitasmu;
  
Nama                  : ........................

Soal Mata Kuliah : Filsafat Ilmu

Semester             : II


Perintah;


  1. Supaya lebih mudah melakukan penulisan, gunakan bagi yang punya laptop atau sejenisnya.
  2. Buka Web. www.karyailmu-dodo.blogspot.com 
  3. cari soal UAS Filsafat Ilmu Tahun Akakademik 2018/2019
  4. Pilih satu judul artikel filsafat ilmu
  5. Tulis artikelnya pada kolom komentar, jika sudah selesai klik publish.
  6. Menulis artikel dengan redaksi yang sama antar sesama teman atau copy paste langsung akan dianulir.
  7. jangan lupa mengisi absen.


Artikel filsafat dalam bentuk deskripsi dengan memilih salah satu judul dibawah ini minimal 500 kata;

1. Daya Nalar
2. Pikiranku
3. Belajar
4. Ketika naik gunung
5. Mahasiswa

Catatan membuat naskah deskripsi;

a. Kriteria deskripsi berisi identififikasi, klasifikasi dan bagian inti deskripsi.
b. Naskah Deskripsi agar memilih salah satu jenis deskripsi, yaitu;
    Deskripsi Subyektif atau Deskripsi Spacial dan atau Deskripsi Obyektif.

Tuesday, May 14, 2019

Soal UAS Model Pembelajaran TA 2018/2019

Soal UAS Model Pembelajaran TA 2018/2019


Tulislah identitasmu;
  
Nama                  : ........................

Nomor Absen       :.........................
   Soal Mata Kuliah  :Model Pembelajaran

Semester             : IV


Perintah;


  1. Supaya lebih mudah melakukan penulisan, gunakan bagi yang punya laptop atau sejenisnya.
  2. Buka Web. www.karyailmu-dodo.blogspot.com 
  3. cari soal UAS Model Pembelajaran Tahun Akakademik 2018/2019
  4. Pilih satu judul artikel Model Pembelajaran
  5. Tulis artikelnya pada kolom komentar, jika sudah selesai klik publish.
  6. Menulis artikel dengan redaksi yang sama antar sesama teman atau copy paste langsung akan dianulir.
  7. jangan lupa mengisi absen.


Artikel Model Pembelajaran dalam bentuk deskripsi dengan memilih salah satu judul dibawah ini minimal 500 kata;

1. Tehnik Mengajar disekolah 
2. Guru Teladan
3. Mengatasi siswa kurang cerdas
4. Skill Pembelajaran
5. Soft skill mengajar

Catatan membuat naskah deskripsi;

a. Kriteria deskripsi berisi identififikasi, klasifikasi dan bagian inti deskripsi.
b. Naskah Deskripsi agar memilih salah satu jenis deskripsi, yaitu;
    Deskripsi Subyektif atau Deskripsi Spacial dan atau Deskripsi Obyektif. 
c. Buka posting deskripsi

Friday, May 10, 2019

Soal UAS Psikologi Pendidikan TA 2018/2019

Soal UAS Psikologi Pendidikan TA 2018/2019


Tulislah identitasmu;
  
Nama                  : ........................ 

Nomor absen       :.........................

Soal Mata Kuliah  : Psikologi Pendidikan

Semester             : IV


Perintah;


  1. Supaya lebih mudah melakukan penulisan, gunakan bagi yang punya laptop atau sejenisnya.
  2. Buka Web. www.karyailmu-dodo.blogspot.com 
  3. cari soal UAS Model Pembelajaran Tahun Akakademik 2018/2019
  4. Pilih satu judul artikel Psikologi Pendidikan
  5. Tulis artikelnya pada kolom komentar, jika sudah selesai klik publish.
  6. Menulis artikel dengan redaksi yang sama antar sesama teman atau copy paste langsung akan dianulir.
  7. jangan lupa mengisi absen.


Artikel Psikologi Pendidikan dalam bentuk deskripsi dengan memilih salah satu judul dibawah ini minimal 500 kata;

1. Pendidikan Ayah
2. Perasaan sebagai Pendidik
3. Perilaku  Aku
4. Mengajar Efisien
5. Daya Ingat Muridku 


Catatan membuat naskah deskripsi;

a. Kriteria deskripsi berisi identififikasi, klasifikasi dan bagian inti deskripsi.
b. Naskah Deskripsi agar memilih salah satu dari jenis deskripsi, yaitu;
    Deskripsi Subyektif atau Deskripsi Spacial dan atau Deskripsi Obyektif.
c. Buka posting deskripsi

Deskripsi



Deskripsi
Secara etimologis kata “deskripsi” diambil dari bahasa latin “describere” yang artinya menggambarkan atau memberikan suatu hal yang berkaitan dengan benda, sifat, peristiwa dan karakter apapun yang menarik untuk dijelaskan.
Dengan kata lain arti kata deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci, Sehingga pengertian deskripsi membentuk satu karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga para pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan oleh seorang penulis.
Pendapat lain mengatakan, arti deskripsi, adalah satu kaidah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.
Kaidah dalam deskripsi ini mengikuti kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan yang biasanya berkaitan dengan bagaimana ketentuan mengatur tata cara berbahasa,  yaitu  tingkat kesadaran dan kepatuhan akan kaidah-kaidah atau aturan-aturan kebahasaan secara jelas tergambarkan melalui perilaku berbahasa, baik ketika kita menggunakan bahasa Indonesia dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan.

Henry Guntur Tarigan
Menurut Henry Guntur Tarigan (1994), pengertian deskripsi adalah tulisan yang bisa melukiskan sebuah kisah yang bertujuan untuk mengajak pembaca agar bisa memahami, merasakan dan menikmati objek yang dibicarakan seperti suasana hati, aktivitas dan sebagainya.
Dalam hal ini naskah deskripsi adalah suatu jenis naskah di mana ide pemikiran utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan objek, tempat, atau peristiwa tertentu secara terperinci sehingga pembaca seolah-olah merasakan secara langsung apa yang dijelaskan di dalam naskah tersebut.
Jadi apa yang dimaksud dengan kata deskripsi (description)? Secara umum, pengertian deskripsi adalah suatu tulisan yang isinya menggambarkan atau menjelaskan tentang suatu objek atau keadaan tertentu secara ringkas dan tepat.

 

Isi Deskripsi

 

Isi deskripsi memiliki tiga struktur utama yang bisa dijadikan satu naskah, yaitu terdiri dari identifikasi, klasifikasi, dan bagian inti isi deskripsi.
Berikut penjelasan mengenai ketiganya:
  1. Identifikasi,
Yaitu, bagian yang menjelaskan mengenai penentuan identitas objek, misalnya tentang benda, manusia, dan lain sebagainya.
  1. Klasifikasi,
Yaitu, bagian yang menjelaskan mengenai susunan atau sistem dalam suatu kelompok berdasarkan standar atau kaidah yang telah ditetapkan.
  1. Bagian inti Deskripsi,
yaitu bagian inti dari deskripsi yang berisi gambaran atau pemaparan mengenai objek atau topik yang dibahas kembali kedalam judul bahasan.

 

Jenis Deskripsi

Berdasarkan isi teksnya, deskripsi dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Mengacu pada pengertian deskripsi di atas, adapun jenis-jenis deskripsi adalah sebagai berikut:
  1. Deskripsi Subjektif,
Arti kata Subjektif adalah lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang. perkiraan dan asumsi.
Deskripsi Subyektif, yaitu teks deskripsi yang dibuat berdasarkan kesan yang dimiliki oleh seorang penulis terhadap objek atau topik yang dibahas. deskripsi ini merupakan jenis  deskripsi yang menjelaskan tentang suatu hal berdasarkan pandangan atau perasaan si penulis itu sendiri. Segala hal yang dituangkan ke dalam paragraf ini merupakan hasil opini si penulis.


  1. Deskripsi Spacial,
Arti kata spacial adalah kata sifat yang berkenaan dengan ruang atau tempat, Deskripsi Spacial yaitu teks deskripsi yang berisi penjelasan mengenai suatu objek berdasarkan data dengan referensi ruang kebumian (georeference). Misalnya benda, tempat, ruang, dan lainnya.
Deskripsi spasial adalah karangan deskiripsi ini menggambarkan suatu hal atau benda yang berupa ruang atau tempat.


  1. Deskripsi Objektif,
Arti kata objektif di KBBI adalah mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Teks deskripsi objektif adalah teks deskripsi yang melukiskan suatu objek secara jelas dan apa adanya tanpa adanya kesan pribadi si penulisnya.
Atau naskah deskripsi yang menjelaskan tentang suatu objek dengan memberikan gambaran berdasarkan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa adanya tambahan opini dari penulis.


Sunday, April 28, 2019

Gelisah



Gelisah


Perasaan gelisah dalam hati memang bisa dirasakan oleh siapapun. Karena gelisah itu merupakan salah satu kodrat yang dimiliki oleh semua manusia. Bedanya, ada manusia yang mampu mengatasi rasa gelisah tersebut dan ada pula yang tidak mampu mengatasinya.

Penyebab rasa gelisah ada di dalam hati dan dapat disebabkan oleh berbagai alasan dan faktor-faktor tertentu menyangkut pikiran yang tidak terkendali. Apalagi dalam kehidupan yang semakin hingar-bingar seperti saat ini, di mana banyaknya pilihan ataupun hal-hal baru yang terkadang meragukan pikiran manusia sehingga membuat hatinya gelisah.

Kegelisahan bisa terjadi bila pikiran, hawa nafsu dan fitrah ini terganggu, menurut pendapat dari Prof.DR.H.Salim Bajri  bahwa, manusia untuk mengarungi kehidupan dunia diberi bekal oleh Allah dengan tiga komponen, yaitu ;


1.   Akal pikiran,

Maksudnya agar mampu memikirkan semua yang ada dalam alam, dalam tulisan ini ingin menguraikan apa itu akal pikiran, mari coba jelaskan apakah implementasi dari kata akal pikiran itu menyatu atau dua kata yang berbeda pengertiannya, dari referensi pustaka akal adalah kekuatan untuk berpikir, akal juga dapat diartikan dengan intellect artinya orang pandai atau cerdas.

Untuk mengetahui makna akal, dapat diketahui dengan menganalisa melalui makna aslinya. Dalam al-Mu’jam al-Wasith (p. 616-617), kata akal disebutkan dengan istilah al-‘Aql. Kata tersebut merupakan salah satu bentuk derivasi atau pembentukan kata secara terbalik dari akar kata “aqala’ yang berarti “memikirkan hakekat di balik suatu kejadian” atau rabatha artinya mengikat.

Dalam tradisi Arab Jahiliyyah, kata ‘aqala seringkali digunakan untuk menunjuk suatu “ pengikat unta ” (‘aql al-ibil). Selain itu, kata ‘aql juga memiliki makna al-karam yaitu kemuliaan, maksudnya adalah orang yang menggunakan akalnya selalu berbuat sesuai petunjuk Allah Swt, yang disebut sebagai orang yang berakal (‘aqil) ketika ia istiqamah dengan hasil pemikirannya yang benar, maka ia menjadi mulia dengan hakekat-hakekat yang diketahuinya tersebut.

Menurut Zainal Abidin dalam Filsafat Manusia (2009:242), akal atau rasio dalam pandangan Barat merupakan alat yang sangat vital, sentral, serta paling utama dalam membentuk peradaban manusia. Akal berdiri sendiri tanpa penyempurnaan wahyu ilahiyahi.

Merujuk pada pemahaman diatas, bahwa akal itu ada dan merupakan karunia ilahi sejak dalam kandungan, sabagai buktinya yang sederhana, bahwa manusia sudah mempunyai akal terlihat pada saat sosok manusia keluar dari rahim seorang ibu berupa bayi, bayi itu langsung menangis, kalau orang tuanya mengerti bayi itu meminta sesuatu yang dibutuhkan, naluri itu yang bisa faham dan mengerti adalah ibunya sendiri.

Sedangkan pikiran itu datangnya setelah bayi lahir kedunia, karena menurut pandapat Dr. Ibrahim Elfiky, bahwa pikiran itu adalah sbagai alat ukur yang dipergunakan oleh manusia untuk memilih sesuatu yang dinilai lebih baik dan lebih menjamin masa depan diri dan keluarga.

Jadi pikiran itu bisa muncul pada seseorang setelah alat inderanya berfungsi,  untuk lebih jelasnya setelah mata bayi berfungsi melihat sesuatu apakah dalam bentuk benda atau perilaku seseorang atau mahluk hidup, mata adalah bagian dari alat sensorik, alat sensorik mulai berproses kerja melanjutkan peristiwa yang terjadi yang diteruskan kedalam organ tubuh lain, yaitu otak untuk kemudian melakukan tindakan bahkan disimpan dalam bentuk file yang disebut memori, sebagai contoh bila bayi itu melihat sesuatu benda pasti akan berusaha diraihnya, setelah dalam genggamanya akan dimasukan kemulutnya, karena menganggap benda itu adalah makanan yang harus dimakan, sedangkan contoh yang lain yaitu untuk orang dewasa adalah bila segala sesuatu yang terlihat, terdengar, terhirup, teraba dan terasa pasti akan dimasukan kedalam otaknya untuk menjadi bahan pemikiran, kemudian dianalisa bahkan mungkin akan dijadikan sebagai kajian ilmu.

Jadi, menurut pendapat penulis kata “ akal dan pikiran “ itu adalah suatu kata yang berbeda dalam pemahamanya, pikiran lebih mengedepankan kepentingan untuk dirinya sendiri, sedangkan akal adalah alat ukur untuk mengetahui dan membedakan mana yang salah dan mana yang benar, jika jalanya pikiran tanpa dikendalikan oleh akal maka akan terjadi masalah, dan kegelisahan akan selalu hadir menghantui diri sendiri. 
  

2.   Hawa nafsu,

Agar tumbuh daya dorong untuk menumbuhkan kreatif dan dinamis, Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia, hawa nafsu berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang, karena hawa nafsu adalah sangat identik dengan keinginan.

Secara bahasa, hawa nafsu adalah kecintaan terhadap sesuatu sehingga kecintaan itu menguasai hatinya. Kecintaan tersebut sering menyeret seseorang untuk melanggar hukum Allâh Azza wa Jalla.

Semua orang pernah mendengar bahwa hawa nafsu itu berkaitan langsung dengan hati, penjelasan mengenai hati, mungkin sangat jarang orang yang benar-benar mengenal tentang hati. Padahal, hati secara fisik adalah bagian diri sendiri, sama seperti kaki, tangan, otak, dan organ-organ tubuh lain. Bagi manusia, hati memiliki fungsi yang spesial, yang memungkinkan menjalani hidup di dunia seperti seharusnya sesuai rancangan Sang Pencipta.

Kita sudah tahu bahwa fungsi kaki adalah untuk berjalan; tangan untuk memegang; otak untuk berpikir, merancanakan, mengontrol jalannya ‘mesin’ tubuh. Namun, tahukah  apakah itu fungsi hati?

Hati, seperti yang sudah ketahui, hati adalah pusat dari perasaan. Seseorang  dapat merasakan, menyadari, mengalami segala sesuatu dengan menggunakan hati. Tetapi, jika bicara mengenai perasaan, maka sesungguhnya hati adalah pusat dari perasaan yang masuk pada golongan emosi tinggi, yaitu rasa indah, rasa tenang, rasa damai, rasa nyaman, rasa bahagia. Sehingga, hati adalah kunci dari hubungan sosial dengan sesama dan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Karena rasa yang sejati, tercermin dari kualitas hubungan tersebut.

Perlu diingat bahwa hati dapat dimaknai dengan qolbu, ini sesuai dengan hadist nabi, dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;


أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Artinya ;

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Dengan memperhatikan hadist tersebut, bahwa tempat bersemayamnya Hawa nafsu ada dalam hati, sedangkan apabila memahami qalbu dapat dfahami dari sisi jasmaniyah dan qalbu dari sisi rohaniah. Dari sisi jasmaniah, sering didefinisikan gumpalan darah yang disebut hati. Ada pula yang mendefinisikan bahwa yang dimaksud kata qalbu secara fisik itu adalah jantung.

Wikipedia mendefinisikan, bahwa Qalbu adalah adalah organ otot berongga yang mendorong darah ke dalam sistem peredaran darah, mirip dengan tindakan pompa, membentuk anggota kunci dari sistem kardiovaskular atau apa yang dikenal sebagai perangkat rotary”.

Kegelisahan bisa terjadi disebabkan karena faktor keinginan selalu menyelimuti dan selalu mengikuti jalan pikiran yang akhirnya hawa nafsu menguasai hati sendiri, datangnya keinginan adalah karena seseorang sering bersentuhan alat indera dengan alam yang tidak terkendali. 


3.   Fitrah (nurani)

Cikal bakal fitrah adalah dengan menumbuhkan iman, memahami definisi dari iman yang dikemukakan dalam Ushul Iman fi Dhau Al-Kitab wa As-Sunnah, 340, bahwa pengertian secara bahasa Arab adalah percaya, secara Istilah “iman” secara syariat adalah ‘sikap membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan konsekuensinya dengan perbuatan’.

Jadi, pengertian Iman Kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanya, kemudian diakui dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan di dunia nyata.

Dalam perbuatan, bahwa orang iman itu senang  beribadah, semua yang dilakukan dalam bentuk perbuatan apapun selalu landasannya ibadah, sehingga melihat orang yang punya iman bila berada dan diam dimasjid itu akan terasa menyenangkan, bisa diibaratkan ikan didalam air kelihatannya tenang, tapi kalau diangkat dari habitatnya keluar dari air akan terjadi pemberontakan, marah, gelisah dan jika  tidak segera dikembalikan kedalam air sebagai sumber hidupnya bisa mengalami kematian, begitu juga jika orang mampu diam dimesjid berarti dia akan mengalami ketenangan,  hanya untuk orang munafik saja jika berdiam dimasjid akan selalu mengalami gelisah bahkan bila solat akan dilakukan secepat mungkin, apalagi solat berjamaah pasti akan gusar, ngedumel dalam hatinya tidak tenang terus timbul emosi yang mengakibatkan marah, marah itulah yang membuat orang munafik tidak senang bahkan bisa meluapkan emosinya  kesebelah kiri atau kanan dengan berkata “ lama sekali solat sekarang “ kalau sudah begitu  nilai ibadah jadi korban.

Jadi, kesimpulannya menurut pendapat penulis, bila dalam diri selalu mengalami kegelisahan, itu artinya bahwa  dalam dirinya terdapat file pikiran dalam otak akan selalu timbul dan keluar memerintahkan anggota tubuh untuk melakukan suatu perbuatan, jika tidak segera dikontrol atau dikendalikan oleh akal, maka akan menimbulkan masalah, sedangkan hawa nafsu akan membuat gelisah jika keinginan diri bebas tanpa batas, sedangkan kegelisahan bisa diatasi dengan menguatkan perasaan iman dalam hati atau qolbu agar ada keseimbangan antara perbuatan dengan nilai nilai keimanan sebagai fitrahnya manusia.
 


note;

saya senang sekali tulisan ini dibaca dan difahami terus diamalkan, apabila berkenan dihati tulislah saran yang baik yang mungkin punya nilai manfaat bagi orang lainya, terima kasih.

Soal UAS Pendidikan Luar Sekolah Tahun 21/22

  Soal UAS Pendidikan Luar Sekolah Tahun 21/22 Tulislah identitasmu;    Nama                  :   .................................. So...